5G?? Saya baca dari Whatsapp bahwa itu berbahaya…

Mungkin kamu pernah membaca broadcast dari grup WA keluarga tentang bahaya teknologi 5G dan segala teori konspirasi seputarnya. Ada yang berkata bahwa sinyal dari 5G dapat merusak otak dan menjadi alat pemerintah untuk mengontrol masyarakat. Ada pula yang menyebut bahwa 5G dapat menyebabkan seseorang terkena COVID-19. Tentu saja, sebagai rakyat Indonesia yang sudah melek teknologi dan sudah sering mendapati bahwa broadcast dan pesan berantai sejenis merupakan hoax, mestinya kamu akan lebih susah percaya. Tapi kalau dipikir-pikir, manusia memang cenderung untuk merasa takut terhadap segala sesuatu yang ia rasa asing dan reaksi ini sudah wajar.

Kalau begitu..5G itu sebenarnya apa?

Dilansir dari Qualcomm  “5G” merujuk pada jaringan seluler generasi kelima atau standar nirkabel global terbaru penerus jaringan 1G, 2G, 3G, dan 4G. Teknologi 5G dikatakan dapat melakukan transfer data pada kecepatan yang jauh lebih tinggi dari pendahulu-pendahulunya. Pada puncak kemampuannya, dikatakan bahwa jaringan 5G dapat mencapai kecepatan sebesar 10 Gigabit/detik (10 Gbps). Ditegaskan oleh peneliti dari Oregon State University bahwa teknologi 5G tidak menyebabkan gangguan kesehatan ataupun menyebarkan virus corona. Jadi, tidak ada alasan untuk takut terhadap 5G, sobat Markas..kecuali mungkin harga layanan 5G yang tentu saja akan sedikit lebih mahal dibandingkan 4G karena berbagai fasilitas yang diperlukan untuk betul-betul menjalankan teknologi 5G di suatu daerah. 

Apa saja gunanya?

Program 5G memiliki berbagai visi, termasuk latensi rendah (1ms kebawah), kecepatan transfer data yang tinggi (1-10 Gbps), dan juga konektivitas yang stabil disertai dengan 1000x kapasitas saat ini. Dengan potensi sedemikian rupa, 5G akan digunakan untuk berbagai hal termasuk mekanisme self-driving pada kendaraan bermotor, penggunaan IoT dalam infrastruktur kota dan manajemen arus lalu lintas, dan peningkatan kualitas automatisasi pada berbagai pabrik. Disamping itu, koneksi internet dengan latensi rendah akan membuat pengalaman bermain game online seperti PUBG dan Counter Strike: Global Offensive semakin menyenangkan karena berkurangnya lag. Ini juga berarti berkurangnya secara signifikan waktu yang diperlukan untuk memuat suatu website. Wah, bayangkan kalau websitemu sudah memakai salah satu paket Hosting VPS yang sudah super cepat, ditambah pula dukungan layanan 5G, menakjubkan bukan??

Kapan bisa saya pakai?

Sayang sekali, teknologi 5G belum akan tersedia secara umum hingga setidaknya 2 atau 3 tahun ke depan di Indonesia karena berbagai faktor. Salah satu requirement dari ketersediaan teknologi 5G adalah spectrum gelombang yang luas, sekitar 100 Mhz, yang dimana Korea Selatan saja belum cukup kuat untuk penggunaan jaringan 5G. Disamping itu, pengadaan 5G membutuhkan belanja modal yang sangat tinggi dan juga biaya operasional yang tidak murah.  

Akhir kata

Sobat Markas, kini kita tahu bahwa tidak ada yang perlu ditakuti dari teknologi 5G. Sekalipun tidak akan tersedia secara umum sampai kira-kira 2-3 tahun ke depan ada baiknya kita mempersiapkan kedatangannya. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan memodernisasi terlebih dahulu infrastruktur IT dan bisnis kita. Salah satu caranya adalah dengan membuat website company profile dan landing page orderan untuk bisnis. Caranya mudah dan harganya juga terjangkau. Kami di Markas Hosting juga melayani pemindahan Hosting dan layanan ganti domain, jadi kamu tidak perlu ketinggalan zaman atau kebingungan berganti teknologi ketika 5G sudah bisa diakses semua orang di Indonesia.

Bagaimana 5G akan Mengubah Hidup Kita