Bertahan di Persaingan Era Digital 4.0

Sobat Markas mungkin pernah melihat meme yang bertuliskan “Improvise. Adapt. Overcome” seperti di samping ini. Jenis meme ini biasanya membahas seputar keadaan sehari-hari dimana kita dihadapkan dengan keadaan tak terduga dan bahkan perubahan mendadak. Bila dijelaskan, meme ini memberikan pesan kepada pembacanya untuk melakukan improvisasi (improvise) dan beradaptasi (adapt) agar dapat mengatasi (overcome) masalah yang dihadapi atau perubahan yang terjadi. 

Perubahan

Perubahan adalah sebuah proses yang akan dihadapi oleh semua orang. Proses ini datang dalam 2 bentuk, yang lambat serta bertahap-seperti evolusi- dan yang cepat serta eksponensial-seperti revolusi industri keempat, atau yang lebih akrab disebut sebagai Industri 4.0 (Four point O). Sebagian besar pembaca pasti sudah sangat sering mendengar istilah ini dicanangkan baik oleh pejabat publik maupun pada berbagai tema kegiatan seperti lomba tingkat kampus ataupun seminar nasional. Kerap kali tema dari seminar maupun lomba tersebut berputar sekitar “Bagaimana Generasi Milenial dapat Berkreasi di Era Industri 4.0”, “Prospek Bisnis Milenial di Zaman Digital 4.0”, dsb. Namun terlepas dari materi seminar dan narasi lomba kampus, bagaimana sebenarnya hidup kita dipengaruhi oleh era digital 4.0 ini? Akankah model persaingan dalam dunia bisnis berubah drastis dibawah pengaruh revolusi industri keempat ini? Bagaimana cara pandang kita terhadap berbagai hal diubah semenjak Industri 4.0 menjadi nyata? Mari simak ulasan berikut agar mendapat insight baru mengenai 4.0 dan cara-cara agar bisnismu tidak ketinggalan zaman!

Bagaimana 4.0 Mempengaruhi Kehidupan

Revolusi Industri 4.0 berfokus pada digitalisasi hampir seluruh aspek kehidupan. Ini berarti berkurangnya peran manusia dalam beragam kegiatan, terutama dalam bidang yang secara konvensional merupakan pekerjaan yang padat karya atau labor-intensive. Contoh paling nyata adalah berkurangnya buruh pabrik karena digantikan oleh seperangkat robot canggih yang terhubung melalui sistem IoT (Internet of Things). Dilihat dari segi ekonomi, kegiatan manufaktur dan proses produksi menjadi semakin efisien. Pabrik-pabrik bahkan bisa menggandakan hasil mereka karena mesin tidak kenal lelah dan tingkat kesalahannya sangatlah rendah. Namun secara sosial tentu saja ini berpengaruh besar karena dengan berkurangnya keperluan akan buruh pabrik, maka angka pengangguran akan meningkat. Dan tentu saja masalah ini akan menjadi bahan perdebatan politik. Orang-orang yang kehilangan pekerjaan karena ini tentu saja harus berimprovisasi mencari mata pencaharian baru agar bisa beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi dan perlahan mengatasi kesulitan ekonomi. Bagaimana dengan pelaku bisnis kecil dan perusahaan-perusahaan lokal? Apakah sama juga halnya dengan orang-orang yang tergantikan oleh mesin?

Bisnis dan Segala Persaingannya di Era Digital 4.0

Tentu saja tidak semua perusahaan dapat membeli robot-robot canggih untuk pabriknya. Jangankan membeli robot untuk pabrik, hari ini pun masih ada bisnis yang mengandalkan produksi skala rumahan untuk memenuhi permintaan pasar. Pembaca mungkin dapat bersimpati terhadap orang-orang yang kehilangan pekerjaan, namun satu kelompok yang benar-benar merasakan kerasnya persaingan di era digital 4.0 adalah para pengusaha dan pelaku bisnis. 

Kebanyakan pengusaha lokal beradaptasi dengan perubahan yang dibawa era 4.0 dengan menaikkan anggaran IT mereka dan juga menyewa orang-orang yang mempunyai kemampuan di bidang IT demi membawa perusahaan mereka selangkah lebih maju dalam hal seperti keamanan data perusahaan dan infrastruktur IT serta pengolahan data perusahaan secara digital agar tidak tertinggal kompetitor. Banyak juga pemilik restoran dan café yang mendaftarkan usaha mereka di platform seperti Gojek dan Grab agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Namun apakah ini semua sudah cukup? Jawabannya adalah tidak. Apabila inovasi yang dilakukan bisnis lokal hanyalah sebatas memperkuat reputasi lokal mereka melalui platform yang sudah disebutkan, maka cepat atau lambat akan tersaingi oleh waralaba asing yang reputasinya sudah berada pada skala internasional.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Langkah pertama untuk mendorong bisnismu maju adalah menyadari bahwa bisnismu masih bisa dikembangkan lagi. Upaya pengembangan ini bisa dilakukan dalam berbagai hal, dimulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga memperluas jangkauan bisnismu. Upaya perluasan jangkauan bisnismu bisa dilakukan dengan modal yang relatif kecil ketimbang menyewa staff marketing tambahan, salah satu caranya adalah dengan membuat website sendiri. Website berfungsi sebagai penambah kredibilitas bisnis kamu sekaligus sebagai agen promosi yang tidak pernah tidur. Bayangkan, ketika kamu sedang beristirahat, website kamu terus online dan beriklan untuk kamu. Kamu tidak perlu khawatir apabila masih gaptek dan tidak bisa coding, serahkan saja pada kami! Markas Hosting adalah pakar dalam pembuatan website professional maupun penyedia jasa hosting dan pembuatan aplikasi mobile khusus baik untuk platform Android maupun iOS. Ah, apa ga mahal? Budget sy terbatas.. Tenang, kami di Markas Hosting menjanjikan harga termurah di pasaran tanpa mengorbankan kualitas sedikitpun. Dengan layanan support 24/7 yang selalu siap membantu client kami, kami berjanji memberikan hanya yang terbaik demi memenuhi kebutuhan seputar IT anda. 

 

Tunggu apa lagi? Segera klik disini untuk mulai membangun websitemu dan dapatkan promo diskon 30%!

Bertahan di Persaingan Era Digital 4.0